Belajar bahasa asing

Apa saja yang kita perlukan untuk mempelajari bahasa asing?

  1. Kamus. Bagi kita kamus seharusnya merupakan alat utama dalam memperlajari bahasa asing. Tapi sering kali orang meremehkan kamus. Kalau memerlukannya, umumnya yang dicari adalah yang tipis, yang murah dengan konsekwensi tidak lengkap. Padahal suatu kata itu seringkali mempunyai banyak arti. Misalnya kata   Introduction tidak selalu berarti perkenalan, pengenalan, pendahuluan tapi juga membawa atau memasukkan sesuatu untuk pertama kalinya di suatu tempat. Contoh: The introduction of desease to remote Amazon people. Jangan biasakan untuk menebak arti kata yang baru pertama kali kita jumpai.  Arti kata baru ini sering berbeda dengan kata yang hampir sama. Misalnya walaupun kita sudah tahu arti kata moment jangan abaikan untuk memeriksa arti kata momentum di kamus. Kamus juga memberikan contoh penggunaan kata, misalnya momentum: The campaign for political change is gaining momentum. Di kamus juga ada phonetic symbol yang dapat membantu kita dalam mengucapkan suatu kata. Ada juga kamus yang dinamakan dictionary of phrasal verbs, yaitu kamus untuk kata kerja yang digabungkan dengan kata lain. Kalau dicari di kamus ini ternyata work out mempunyai 11 arti. Antara lain mengkalkulasi dan latihan fisik.
  2. Televisi. Yang dimaksud di sini bukan hanya program pelajaran bahasa asing di televisi, tapi juga acara-acara lainnya dalam bahasa asing. Kalau Anda suka acara mengenai flora dan fauna, kebudayaan, olahraga, jangan lewatkan kesempatan untuk menonton siarannya dalam bahasa asing. Kalau yang ingin dipelajari adalah bahasa Inggris jangan lupa untuk mendengar warta berita di BBC atau CNN dll. Mula-mula yang dapat ditangkap hanya apa yang diceriterakan oleh gambar saja. Tapi coba untuk menangkap ucapan-ucapannya. Dalam usaha pertama, sulit untuk menangkapnya, tapi kalau dilakukan secara konsisten kesulitan ini akan teratasi.
  3. Radio. Berbeda dengan televisi, tidak ada citra atau gambar dalam siaran radio. Jadi dibutuhkan konsentrasi yang lebih besar dalam melatih pendengaran melalui radio. Carilah stasion yang mengunakan bahasa asing (termasuk ucapannya) yang standard. Namun kalau kita susah untuk menangkap berita dalam bahasa yang standard carilah misalnya news in special english. Yang dimaksud adalah  siaran yang memang ditujukan untuk pengguna bahasa kedua.
  4. Percakapan dengan orang asing. Jadi kalau kita belajar bahasa Perancis misalnya, carilah kesempatan untuk memperaktekannya dengan pengguna asli bahasa Perancis. Kadang-kadang suatu kedutaan, perkumpulan asing mengadakan pameran kebudayaan atau acara lainnya . Usahakanlah untuk dapat menghadirinya. Pada acara tersebut cobalah menanyakan sesuatu kepada salah seorang orang asing. Jangan takut salah karena tidak ada manusia yang sempurna. Dan kita juga harus terbuka untuk diperbaiki.
  5. Carilah suratkabar, majalah dan buku asing dan cobalah membacanya. Dengan semakin banyak membaca semakin banyak pula kata dan ungkapan yang kita ketahui. Kadang-kadang suatu ungkapan dalam bahasa asing mempunyai arti yang jauh berbeda dengan padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya kalau kita orang Indonesia mengatakan “seorang Habibi” yang dimaksud di sini adalah Habibi yang populer yaitu bekas Presiden R.I. Tetapi a mister Smith dalam bahasa Inggris berarti sebaliknya.  Mr. Smith yang dimaksud adalah orang yang tidak dikenal. Di suratkabar kita juga dapat menemukan ungkapan baru. Misalnya putting lipstic on a pig, artinya secara sia-sia mencoba untuk membuat seseorang atau sesuatu kelihatan menarik.
  6. Dengan adanya internet dan penggunaan sms melalui handphone, kita perlu pula mengetahui bahasa tidak resmi maupun singkatan yang berlaku dalam lingkup yang terbatas ini, misalnya istilah crackers dan singkatan b4 (before).
  7. Kemauan. Seringkali orang bertanya buku apa, kursus/sekolah mana, atau siapa guru yang terbaik kalau kita mau mempelajari suatu bahasa asing. Pertanyaan ini didasarkan pada jalan pikiran bahwa pihak lainlah yang akan meberikan seoseorang kemampuan berbahasa asing. Jadi pihak luar mengisi dan kita adalah pihak yang diisi. Padahal proses pembelajaran yang terbaik adalah didorong oleh rasa keinginan tahu. Jadi dalam proses ini insiatif ini harus datang dari kita sendiri, bukan dari pihak lain. Semakin besar usaha kita untuk menguasai bahasa asing, semaikin cepat pula proses penguasaannya. Dan tidak ada jalan pintasnya. Kalau kemauan kita besar maka kita tidak akan ragu untuk berusaha secara intensif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: