Joe Navarro: “What Every Body Is Saying” (II)

Pegangan keenam
Selalu berusaha untuk memperhatikan pengungkapan majemuk. Yang dimaksud di sini adalah beberapa sinyal tubuh yang berlangsung serempak maupun bergantian. Sinyal-sinyal ini dapat dibandingkan dengan bagian dari teka-teki gambar. Makin banyak bagian teka-teki gambar kita miliki, makin mudah untuk menyatukannya menjadi gambar yang dimaksud. Jika seorang saingan usaha menunjukkan pola tingkah-tingkah stress yang segera diikuti oleh tingkah-tingkah untuk menenangkannya maka dia berada dalam posisi tawar menawar yang lemah.

Pegangan ketujuh
Penting untuk mencari perubahan tingkah laku seseorang yang dapat memberikan tanda  tentang perubahan pikiran, emosi, minat dan kehendak. Coba perhatikan hal ini misalnya ketika seorang anak akan tiba di taman hiburan dan perubahannya ketika kemudian diberitahu taman tersebut tutup. Hal yang sama terjadi pada orang dewasa. Ketika mendengar kabar buruk di telpon atau melihat sesuatu yang dapat mencederai, tubuh kita  segera mencerminkan perubahan tadi,

Perubahan kelakuan seseorang  dapat mengungkapkan minat dan maksud seseorang dalam keadaan tertentu. Observasi yang seksama atas perubahan-perubahan tersebut, memungkinkan kita untuk meramalkan sesuatu sebelum terjadi. Dengan kita mempunyai waktu yang cukup untuk mengantisipasinya.

Pegangan kedelapan
Perlu juga untuk belajar  mencium tanda non-verbal yang menyesatkan. Kemampuan untuk membedakan isyarat yang benar dan yang menyesatkan diperoleh dari praktek dan pengalaman. Sering sekali perbedaan antaran perilaku otentik dengan tiruannya sangat susah dibedakan. Pembedaan ini penting dalam rangka mendapatkan gambaran yang benar mengenai orang yang sedang kita hadapi.

Pegangan kesembilan
Dalam mempelajari komunikasi non-verbal ada dua hal penting yang harus kita cari dan perhatikan betul-betul yaitu isyarat (tingkah laku) senang dan tidak senang terhadap orang lain. Perasaan senang dan tidak senang ini akan membantu kita untuk memecahkan apa yang betul-betul dikatakan oleh tubuh dan pikirannya. Tingkah laku senang misalnya: relaksasi, cerah, gembira. Tidak senang misalnya: tegang, tidak bahagia, muram dsb.

Pegangan kesepuluh
Bila mengamati orang lain lakukanlah dengan halus,  jangan sampai maksud kita itu diketahui. Banyak orang yang cenderung untuk menatap ketika untuk pertama kalinya mencoba melihat isyarat non-verbal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: