Joe Navarro: “What Every Body Is Saying” (I)

Dalam buku ini Joe Navarro seorang bekas agen FBI menterjemahkan bahasa tubuh untuk membantu Anda menyimak apa sesungguhnya yang diucapkan. Bahasa tubuh ini antara lain menyilangkan kaki, merapatkan bibir dan menggaruk kepala.

Membaca seseorang dengan baik – mengumpulkan intelejens yang bukan berupa kata untuk memasuki pikirannya, perasaannya dan maksudnya- adalah kecakapan memerlukan latihan-latihan yang cukup dan memadai. Untuk mencapai  efektivitas yang maksimum Navarro memberikan 10 pegangan atau pedoman yang perlu dilatih. Jadikanlah pegangan  ini sebagai bagian kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya mengemudikan mobil. Mula-mula kita selalu memikirkan bagaimana menambah kecepatan,  membelokkan kendaraan, apa yang harus dilakukan kalau kendaraan di depan kita tiba-tiba berhenti. Lama kelamaan semuanya seolah-olah menjadi alamiah. Dengan demikian kita dapat mengembangkan fokus untuk mencakup semua lingkup mengemudi.

Pegangan 1
Jadilah pengamat lingkunganmu yang cakap. Ini adalah syarat utama bagi orang ingin memecahkan rahasia dan menggunakan komunikasi tanpa kata.

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali orang memandang tanpa melihat. Mendengar tanpa menyimak. Dalam cerita ditektif, Sherlock Holmes mengatakan kepada rekannya Dr. Watson: “Kamu melihat tapi tidak mengamati.” Seringkali oarng-orang tidak mempunyai kesadaran situasional. Mereka tidak mempunyai gambaran mental  mengenai apa yang terjadi disekelilingnya, bahkan yang dihadapannya. Maka ada yang berkata: “Istri saya minta cerai. Padahal selama ini tidak ada petunjuk kalau dia tidak bahagia dengan perkawinan kami.”

Pegangan 2
Mengamati dalam konteks merupakan kunci untuk memahami perangai non-verbal. Contohnya: setelah kecelakaan lalu lintas kita melihat orang-orang berada dalam keadaan terkejut, berjalan kesana-sini dalam keadaan linglung. Setelah kecelakaan orang akan mengalami apa yang dinamakan pembajakan otak untuk berpikir. Dalam wawancara kerja, pelamar mula-mula akan gugup, lalu kegugupan tersebut menghilang. Tapi kalau ditanyakan pertanyaan kusus, kegugupan itu muncul lagi. Kita perlu menyelidiki apa yang membuat dia gugup.

Pegangan 3
Pelajari untuk mengenali tingkah laku non-verbal yang bersifat universal. Dikatakan universal karena tingkah laku demikian  hampir sama pada setiap orang. Misalnya merapatkan bibir sehingga tidak kelihatan dilakukan banyak orang kalau ada sesuatu yang tidak beres atau tidak mengenakkan.

Pegangan 4
Belajar untuk mengenali dan memecahkan rahasia perangai non-verbal idiosyncratic. Suatu sinyal yang secara relatif unik untuk orang tertentu. Untuk itu kita perlu selalu memperhatikan pola tingkah laku orang-orang dengan siapa kita berhubungan . Misalnya ada yang menggigit bibir atau menggaruk kepala jika menghadapi ulangan. Ini adalah tanda kegugupan atau kurang persiapan. Peramal untuk tingkah laku yang akan datang adalah tingkah laku yang lalu.

Pegangan 5
Jika berhubungan dengan orang lain cobalah untuk mengetahui tingkah laku dasarnya. Untuk itu amati bagaimana dia tampak secara normal, bagaimana duduknya, dimana tangannya ditempatkan, posisi kakinya, postur, ekspresi muka, kecondongan kepalanya, dimana biasanya dia menyimpan sesuatu misalnya dompet. Kita harus dapat membedakan mukanya yang normal dan dalam keadaan stress. Dengan memeriksa apa yang normal kita dapat mengenali dan mendapati apa yang tidak normal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: