Membaca ebook: kelebihan dan kekurangannya

ebook reader

ebook reader

Seumpama Anda adalah orang yang keranjingan membaca. Kalau dimungkinkan kolekasi buku Anda bertambah 50 – 100 buku dalam satu tahun. Tapi sayangnya Anda tinggal di apartemen 1 kamar. Di mana buku-buku ini akan disimpan?   Maka gagasan penyimpanan koleksi besar dalam sebuah alat pembaca (reader) yang ukurannya A 5 (setengah ukuran kertas fotokopi) sangatlah memikat hati.

Ebook (buku elektronik) telah hadir sejak beberapa waktu yang lalu. Proyek Gutenberg telah melahirkan arsip digital dari naskah-naskah klasik  sejak tahun 1971, dan sekarang lebih dari 24.000 buku tersedia secara gratis online. Sekurang-kurangnya sudah sepuluh tahun pengguna “Palm PDA” dapat download buku dan membacanya dengan organiser yang dapat ditenteng.

Tapi alat yang memang khusus dibuat untuk memudahkan membaca ebook baru terwujud tahun yang lalu. Pada akhir tahun 2007 Amazon meluncurkan ” Kindle”, alat pembaca yang sangat dinantikan kedatangannya di Amerika. Sony yang meluncurkan alat bacanya “Reader” di Amerika Serikat tahun 2006, akan mengeluarkan versinya untuk Inggris bulan yang akan datang. Bulan Mei yang lalu, iRex (perusahaan yang merupakan perpanjangan tangan Phillips), meluncurkan alat baca “iLiad” versi yang baru.

Menurut orang yang pernah mencoba “iLiad”, alat ini menarik, karena ringan, tipis dan enak dipegang. iLiad menggunakan ‘kertas elektronik’ yang tidak dicahayai dari belakang (backlit) sehingga lebih enak bagi mata dan mudah dibaca walaupun di bawah terik sinar matahari. Pendeknya kita membacanya seperti di kertas sungguhan, bukan seperti di layar komputer. Penggunaan alat pengendalinya juga mudah.

Karena alat ini wireless ( seperti HP) belanja buku menjadi sangat mudah, bisa dilakukan dari taksi, di airport bahkan dari tempat tidur. Isi buku dikirim secara otomatis ke alat pembaca tanpa kabel dan prosesnya hanya makan waktu 1 menit.

Kekurangannya dibandingkan dengan buku kertas antara lain perlu waktu satu menit untuk menyalakan dan download buku serta 15 detik untuk mematikannya. Membalik halaman memakan waktu 2 detik. Jadi tidak bisa dilakukan seketika seperti halnya buku kertas. Di atas itu,   kekurangannya yang paling menonjol,  alat ini jauh lebih ringkih. Kita dapat menjatuhkan buku kertas ke lantai berulang-ulang tanpa kerusakan berarti. Tapi kalau anda mempunyai reader jaga jangan sampai jatuh apalagi hilang. Menurut harian the Observer, harga eceran “ILiad” di Inggris saat ini adalah 400 Pound atau sekitar Rp 8 juta. Di Amerika harga alat membaca ebook lebih murah, antara $300 – $350.

Kesimpulan: Ebook sebetulnya ditujukan untuk pembaca yang mempunyai atau mampu membeli alat membaca apakah itu ” Kindle”, “iLiad” dll. Alat membaca memberikan kemudahan-kemudahan untuk download dan membaca ebook namun harganya secara relatif agak mahal bagi rakyat negara berkembang.

Kalau kita masih harus men-download dengan komputer yang memakan waktu lama kemudian dicetak di kertas atau membacanaya dilayar komputer kita belum  menikmati e-book.

Ini adalah link/tautan ke bukukuini.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: