Pramoedya Ananta Toer: “Perawan Remaja dalam Cekraman Militer”

Salah satu kesaksian penderitaan wanita2 bangsa indonesia yang terekam dalam sebuah novel sebagai budak seks balatentara pendudukan jepang .pengalaman pramoedya membuat novel ini semakin hidup.novel ini dibuat ketika pram masih menjalani masa tahanannya dipulau buru.setidaknya dengan kehadiran novel ini semakin menyatakan dengan jelas bahwa jepang telah melakukan kejahatan perang pada masa perang dunia ke2.walaupun hingga kini pemerintah jepang masih menyangkal mengenai kasus2 jugun ianfu atau budak seks yang dilakukan tentara mereka dimasa lalu

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Edisi : Soft Cover
ISBN : 9799023483
Tgl Penerbitan : 2001
Bahasa : Indonesia
pramoedya
Halaman : 218
Ukuran : 14 x 21 cm
Berat : 240 gram

Kondisi buku       : Baru

Dapat dibeli di bukukuini.com

Veven Sp Wardhana : “Stamboel Selebritas”

Stamboel Selebritas tidak hanya memaparkan kehidupan artis, penyanyi, model dan bintang iklan seperti yang ditelanjangi media massa, tapi juga memarodikan dan mengajak kita bercermin. Membaca novel ini, Anda akan makin yakin bahwa hidup ini seringkali lebih edan daripada lakon sandiwara.

Penerbit                                                       : Kepustakaan Populer Gramedia
Tanggal penerbitan                                      : 2006
Tebal buku                                                   : 550 hlm
Berat                                                            : 500 grm
Sampul                                                         : soft cover

stamboel-selebritas

Dimensi                                                        : 14 X 21 cm
Kondisi                                                          : Baru

Buku ini dapat dibeli di www.bukukuini.com

Cecilia Ahern: “PS: I Love You” (terjemahan)

Rp 30.000,00

Rp 30.000,00

Sedikit mengenai jalan cerita:
Akhir kisah mereka (Holly dan Gerry) datang begitu cepat. Setelah beberapa hari mengeluh migren Gerry menuruti saran Holly untuk memeiksakan diri ke dokter. Itu dilakukan pada hari Rabu, saat istirahat makan siang. Menurut dokter, Gerry hanya terlalu stress atau lelah, dan paling-paling dia hanya perlu pakai kacamata. Gerry senang mendengarnya. Dia tidak suka membayangkan dirinya harus pakai kacamata. Tapi dia tidak perlu mengkhwatirkan hal itu, karena ternyata sakit kepalanya bukan karena penglihatan yang terganggu. Tapi karena ada tumor yang tumbuh di otaknya.
Dalam suratnya kepada para pembaca Holly antara lain menulis: “Ketika Gerry tiada, aku kehilangan sahabatku, kekasihku, batukarangku, dan hidup terasa hampa. Namun Gerry tidak membiarkanku sendiri. Dia meninggalkan seikat surat untukku untuk kubuka setiap bulan. Seiring bulan-bulan berlalu, aku lebih tabah. Bersama sahabat dan keluargaku aku menangis, tertawa serta belajar mengenal dan menjalani hidup ini. Seperti kata Gerry dalam surat pertamanya,

Ingatlah semua kenangan manis kita, tapi jangan
takut menciptakan kenangan-kenangan baru


Cinta sejati memang tak pernah mati…”

PS: Belilah buku tersebut (bekas)  dari bukukuini karena harganya jauh lebih murah. Caranya mudah klik website bukukuini.

Hendra Surya:”Kiat mengatasi kesulitan belajar”

Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan:

  • Bagaimana mengatasi rasa jenuh, rasa bosan dan rasa mengantuk ketika belajar.
  • bagaimana mengatasi kesulitan konsentrasi untuk belajar.
  • Bagaimana mengatasi rasa tidak suka kepada guru.
  • Bagaimana mengatasi kesedihan hati.
  • Bagaimana mengatasi rasa tidak percaya diri pada kemampuan sendiri.
  • Bagaimana mengatasi perselisihan atau pertengkaran.
  • Bagaimana mengatasi pengaruh narkoba, dll

Link/tautan ke bukukuini.com

  • Rp 12,500,00

    Rp 12,500,00

Meg Cabot: All American Girl

Rp 40,000,00

Rp 40,000,00

Cabot (The Princess Diaries) presents another teen-pleasing novel and another likable heroine in this story set in Washington, D.C. Feisty, red-haired Samantha, a self-described “urban rebel” who has dyed all of her clothes black, is a 15-year-old middle child, uncomfortably wedged between her popular, cheerleader older sister, Lucy, and her brainy 11-year-old sister, Rebecca. And she has a major crush on Jack, Lucy’s nonconformistartist boyfriend, whom she feels is far better suited to her than to her rather vacuous sister. The entertainingly opinionated narrator’s wry top-10 lists add considerably to the tale’s charm and speedy pacing, among them, the “top ten reasons why I can’t stand my sister Lucy” and the “top ten signs that Jack loves me and not my sister Lucy and just hasn’t realized it yet.” Sam’s life suddenly changes dramatically when, while standing on the sidewalk one afternoon, she foils an attempt to assassinate the President. She becomes a national hero overnight, is named teen ambassador to the United Nations and eventually lands the president’s son as her beau. Despite these rather unlikely plot twists (in a comic coincidence, the president’s son also happens to be a fellow student in her art class whom she finds attractive), Sam’s spunky and intermittently affecting narrative, as well as the true-to-life voices of the supporting cast of characters, make this a convincing and diverting tale. As Sam learns important truths about herself, Cabot interjects a worthy message into her comedic caper. Ages 12-up.
Copyright 2002 Cahners Business Information, Inc.

Mark Twain:”The adventure of Huckleberry Finn” (hard cover)

Rp 75,00,00

Rp 75,000,00

Adventures of Huckleberry Finn (1884 / 1885) (often shortened to Huck Finn) by Mark Twain is commonly accounted as one of the first Great American Novels. It is also one of the first major American novels ever written using Local Color Regionalism, or vernacular, told in the first person by the eponymous Huckleberry “Huck” Finn, best friend of Tom Sawyer and hero of three other Mark Twain books.

The book is noted for its colorful description of people and places along the Mississippi River, and its sober and often scathing look at entrenched attitudes, particularly racism. The drifting journey of Huck and his friend Jim, a runaway slave, down the Mississippi River on their raft may be one of the most enduring images of escape and freedom in all of American literature.

The book has been popular with young readers since its publication, and taken as a sequel to the comparatively innocuous The Adventures of Tom Sawyer. It has also been the continued object of study by serious literary critics. Although the Southern society it satirized was already a quarter-century in the past by the time of publication, the book immediately became controversial, and has remained so to this day.