Dalam jilid pertama dikisahkan, Anna akhirnya pisah ranjang dengan sang suami, Karenin. Sang suami pun sudah menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian mereka. Dalam jilid dua ini drama percintaan Anna dan kekaihnya , Vronskii, semakin menegangkan. Vronskii menembak diri setelah tahu Anna berniat kembali kepada Karenin– tapi selamat dan pasangan kekasih itu pun bersatu lagi. Namun ini bukan kisah bahagia.
Anna ternyata tidak punya rasa sayang sama sekali kepada anak hasil kumpul kebonya dengan Vronskii- hal yang mengherankan Vronskii. Perceraian juga tidak kunjung terlaksana, sehingga pasangan kumpul kebo itu disingkirkan oleh kalangan bangsawan. Belum cukup, Vronskii, karena tidak tahan pada sikap Anna yang cemburuan, mulai main api dengan bekas kekasihnya. Semua itu membuat batin Anna sangat menderita, dan akhirnya memutuskan untuk menyudahi hidup. Dengan sangat mencekam Tolstoi menggambarkan menit-menit pergolakan batin Anna menuju kematiannya. Bagaimana pula dengan Levin dan Kitty? Apakah mereka bisa membina rumah tangga bahagia seperti yang diidamkan Levin? Apakah keluarga Oblonskii berubah menjadi lebih baik? Jilid kedua ini menjawabnya.
Selesai membaca jilid kedua ini, tidak bisa tidak kita merenungkan rumusan Tolstoi tentang keluarga, pembuka novel Anna Karenina: “Keluarga bahagia mirip satu dengan lainnya, keluarga tak bahagia tidak bahagia dengan jalannya sendiri-sendiri.”
Detail buku
Tahun penerbitan : Pebruari 2007
Tebal buku : 600 halaman
Sampul : soft cover
Dimensi : 140 X 210 cm
Berat : 600 gram
Bahasa : Indonesia
Kondisi : baru, masih dalam plastik
