Stephen King: “IT” (Bahasa Inggris)

Amazon.com

Is there anything scarier than clowns? Of course not. And who knows scary better than Stephen King? You see where we’re going. It puts a malevolent clown (given demented life by a powdered, red-nosed Tim Curry) front and center, as King’s fat novel gets the TV-movie treatment. Even at three hours plus, the action is condensed, but an engaging Stand by Me vibe prevails for much of the running time. The seven main characters, as adolescents, conquered a force of pure evil in their Maine hometown. Now, the cackling Pennywise is back, and they must come home to fight him–or, should we say, It–again. Admitting the TV-movie trappings and sometimes hysterical performances, this is a genuinely gripping thriller. As so often with King, the basic idea (the bond formed during a childhood trauma) is clean and powerful, a lifeline anchored in reality that leads us to the supernatural. –Robert Horton

BOOK CONDITION: GOOD: Very minimal damage to the cover (no holes or tears, only minimal scuff marks), dust jacket not necessarily included, minimal wear to binding, majority of pages undamaged (minimal creases or tears), highlighting/underlining acceptable on textbooks as long as text is readable and it is not an excessive amount, no missing pages. May be ex-library with usual treatments; if so, the book will be noted as such in the comments.

Untuk beli tekan (klik) di sini

it_sign

Pin Yathay: “Pertahankan Hidupmu Anakku”

pertahankan-hidupmuNonton Sophie’s Choice? Ini film tua (1982) Alan J Pakula yang memasang Meryl Streep sebagai perempuan yang lolos dari kekejaman kamp konsentrasi Jerman ala Hitler, tapi selalu dihantui perasaan bersalah mengapa ia bisa lolos sementara anaknya terpisah darinya dan hilang.

Kembali perasaan seperti itu diungkap kali ini oleh Pin Yathay dalam Pertahankan Hidupmu Anakku (Kepustakaan Populer Gramedia, 2007). Hanya saja Yathay bercerita tentang pengalamannya sendiri dan keluarganya di tengah hirukpikuk mimpi Khmer Merah di Kambodia.

Selain itu, beda dengan Pakula yang menggeber rasa bersalah itu habis-habisan, Yathay justru berusaha keras menyembunyikannya dengan berbagai gambaran kekejaman dan kebodohan Khmer Merah yang sudah banyak ditulis oleh banyak orang. Dan yang paling dahsyat adalah ini:

“Orang bilang bahwa pengorbanan teragung seorang ibu adalah mati bersama anaknya. Keliru – bila kematian sudah tak terelakkan, pengorbanan teragung seorang ibu adalah meninggalkan anaknya, bila hal itu memberi kesempatan untuk memperpanjang hidup anaknya itu” (hal 234).

Padahal Yathay dan isterinya tahu, rumah sakit – dimana anaknya (Nawath) yang tengah sakit ditinggalkan – adalah tempat orang sakit yang dibiarkan untuk mati. Pertemuannya di rumah sakit itu dengan perempuan yang bersedia merawat Nawath – gara-gara Nawath mirip anak perempuan itu — tetap saja tak mengubah pengertiannya tentang rumah sakit. “Rumah sakit, tempat orang masuk hanya untuk mati”, katanya (hal 235).

Dan barangkali inilah drama besar itu. Sekalipun praktis Yathay hanya menuturkannya tak lebih dari 4 hal (dari 364 hal buku), keputusannya untuk meninggalkan Nawath terus menghantuinya. Bahkan mungkin menyiksanya sampai detik ini. Hanya Yathay yang tahu. Dan untuk yang satu ini, ia rupanya tak ingin berbagi dengan pembaca.

Penerbit                                                      : Kepustakaan Populer Gramedia
Tanggal penerbitan                                     : Mei 2007
Sampul                                                       : Soft cover
Tebal buku                                                 : 366 hlm
Dimensi                                                      :13,5 X 20 cm
Kondisi buku                                              : bekas, baik sekali

Buku ini dapat dibeli di bukukuini.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.