Seorang penganggur di India dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan oleh orang yang baru dikenalnya. Lalu dia digiring ke suatu bilik yang catnya sudah mengelupas dan dijaga oleh orang bersenjata, kemudian disuntik. Segera dia tidak sadar… ketika siuman merasakan sakit luar biasa di sebelah kirinya dan mendapati seorang dokter berada didekatnya.
Harga ginjal dan organ lain
Ginjalnya telah diambil dan dia mendapat bayaran 50.000,- rupee, sama dengan 1.045,- dolar. Tapi jumlah ini tidak dapat membebaskannya dari hutang. Dia tidak dapat bekerja selama 4 bulan karena sakit setelah operasi yang tidak tertahankan.
Dokter tersebut, Anit Kumar, sudah ditangkap setelah dimasukkan dalam daftar pencarian orang secara global. Tapi dunia kelam perdagangan organ yang dilakukan di bawah tanah masih merupakan bisnis besar di Asia. Ginjal dambil dengan kompensasi sekitar 25.000,- sampai 60.000,- dolar sedangkan paru-paru dan jantung di atas 150.000,- dolar.
Bisnis yang menguntungkan?
Berbeda dengan perdagangan narkotik dan manusia, yang dikendalikan oleh penguasa-penguasa kriminal, perdagangan organ dijalankan oleh dokter-dokter yang mempunyai koneksi yang baik. Mereka beroperasi di Chennai, Manila dan Islamabad. Perantaranya yang berpengalaman dengan rajin mendatangi kawasan kumuh di kota-kota tersebut.
Kemadjuan di bidang kedokteran, korupsi dan meningkatnya angka kemiskinan juga merupakan faktor yang mendorong ‘keberhasilan’ perdagangan organ. Wisatawan pencangkokan di Pakistan, India, China dan Pilipina tidak lagi masuk dalam daftar urut yang panjang untuk mendapatkan organ. Menurut WHO 10 % pencangkokan di seluruh dunia diperdagangkan.
Dokter horror
Peristiwa besar adalah penangkapan-penangkapan Dr. Kumar yang digelari “Dr. Horror” oleh pers bulan Januari yang lalu karena memperdagangkan 600 ginjal, dan jutawan Tang Wee Sung di Singapura bulan September karena mencoba membeli satu ginjal dengan harga 300.000,- dolar. Sejak itu perdagangan organ mendapatkan perhatian serius Organisasi Kesehatan Dunia( WHO).
Dampaknya
Akibat perdagangan ini terhadap masyarakat sangat merusak. Donor akan tidak dapat bekerja berbulan-bulan, mereka juga tidak mendapatkan perawatan pasca operasi, situasi keuangannya menjadi lebih buruk dibandingkan dengan sebelumnya. Banyak calo yang tidak memegang janjinya, membayar jauh di bawah 2.000,- dolar dari harga ginjal yang dijanjikan.
Sumber: Far Eastern Economic Review 6 Januari 2009