Menurut para ahli untuk penyakit apapun, obat hanya manjur bagi setengah dari pemakainya. Dengan demikian selain menghamburkan uang dalam jumlah yang besar, pemakaian obat selama ini juga memberikan akibat sampingan yang tidak perlu bagi seseorang.
Tidaklah heran jika semakin meningkat harapan untuk ditemukannya obat yang disesuaikan dengan karakter genetik masing-masing orang. Untuk ini perlu dilakukan penyaringan genetik dan tes-tes lainnya agar dokter dapat menyesuaikan pengobatan bagi pasien demi untuk menambah kemanjuran dan sebagai langkah penghematan.
Sebagai contoh obat kanker usus besar Erbitux dan Vectibix, tidak bekerja untuk 40 persen pasien yang tumornya mengalami mutasi genetik tertentu. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA), bulan ini akan membahas apakah pasien akan dites guna mempersempit penggunaan Erbitux dan Vectibix. Dalam sebulan penggunaan obat-obat tersebut untuk seorang pasien menghabiskan 8.000 – 10.000,- dolar.
Tes genetik juga dapat membantu dokter dalam menetapkan dosis yang optimal untuk warfarin, obat pengencer darah yang digunakan jutaan orang. Puluhan ribu diantara pengguna warfarin harus masuk rumah sakit karena mengalami perdarahan di perut akibat kelebihan dosis atau penggumpalan darah karena dosis yang tidak memadai.
Sebagaimana biasa harapan-harapan juga mempunyai berbagai hambatan. Termasuk di dalamnya keengganan industri obat untuk mengembangkan dan mendukung tes yang pada akhirnya mengurangi konsumsi obat yang mereka produksi. Perusahaan asuransi juga mungkin tidak mau membayar biaya tes yang bisa mencapai beberapa ribu dolar ini.
Genentech, penghasil obat kanker meminta badan pengawas obat dan makanan Amerika ( FDA) untuk mengatur tes-tes ini. Dikuatirkan bahwa kemanjuran obat nantinya ditentukan oleh penyelenggara tes. Sebagai contoh Herceptin obat kanker payudara keluaran Genentech, sudah dianggap sebagai obat khusus yang manjur untuk penderita, yang kanker payudaranya mempunya sifat genetik tertentu. Tapi 10 tahun setelah Herceptin memasuki pasaran ahli-ahli menemukan tes-tes lain dan hanya beberapa diantaranya disetujui FDA. Jadi dikuatirkan ada tes yang tidak akurat.
Di Harbin, kota terdingin di bagian Utara China sedang dibuat patung es Sinterklas yang terbesar di dunia. Panjang patung tokoh natal ini adalah 160 meter, tingginya 24 meter dan yang ditonjolkan adalah muka ‘Bapak Natal’ lengkap dengan topi dan jenggotnya.
Agar anjing Anda patuh, dia tidak perlu dikirim untuk beberapa lama ke sekolah yang khusus. Kepatuhan ini dapat dicapai dengan melatihnya kurang dari satu jam setiap hari.