Presiden Sarkozy dan guna-guna (voodoo)

Presiden Perancis Sarkozy, benar-benar dipermainkan oleh rakyat negaranya sendiri, dan dapat dibayangkan bagaimana gondoknya dia.  Boneka guna-guna Sarkozy telah dijual sejak tanggal 9 Oktober dan ketika Presiden ini mencoba untuk melarangnya, malah menjadikannya barang pemujaan yang paling laris. Dia  diolok-olok oleh para pengeritiknya ketika naik banding atas putusan pengadilan yang membolehkan penjualan boneka ini.

Boneka tersebut dijual berikut 12 jarum dan lembaran petunjuk mengenai cara untuk mengutuk Sarkozy. Ditubuh boneka yang berwarna biru muda itu tertera beberapa ucapannya yang sering dikutip demikian juga ledekan terhadapnya. Dan semuanya siap untuk ditusuk dengan jarum tersebut.

Salah satunya adalah slogan pemilihan umum yang terkenal ” Bekerja lebih giat untuk memperoleh lebih banyak”. Tapi ada juga yang berbunyi “Pergi lu, tolol” menggambarkan betapa dia diremehkan oleh seseorang yang menolak berjabatan dengannya ketika bersua dalam suatu perayaan pertanian.

“Anda membenci Sarkozy karena dia terlalu condong ke kanan?” ” Anda membencinya karena dia kurang menjamin hak?” demikianlah pertanyaan pada bungkus boneka tersebut. Hanya dengan  Rp 170 ribu Anda dapat mencegah mata orang jahat dan menghentikan kerugian lebih besar akibat Sarkozy.

Pengacara Presiden Sarkozy, Thierry Herzog, telah mengajukan dikeluarkannya larangan. Alasannya presesiden berhak atas perlindungan citranya dan dia tidak pernah menyetujui boneka tersebut. Tapi pengadilan di Paris menolak permohonan tersebut dan berpendapat bahwa boneka tersebut dilindungi oleh “hak humor”.

“Karikatur dan sindiran walaupun sangat provokatif dan kasar dilindungi oleh kebebasan berekspresi” demikianlah dinyatakan secara tertulis oleh 3 hakim yang memutuskan perkara ini hari Rabu yang baru lalu.

Marcus A.S.: “San Pek Eng Tay”

San Pek – Eng Tay ini sebuah kisah mengharukan anak manusia, sebuah tragedi cinta sejenis “Romeo dan Juliet” karya Shakespere, sastrawan terkemuka Inggris. Kisah “San Pek dan Eng Tay” ini sudah amat sering diangkat ke film layar lebar, terutama disandiwarakan oleh beberapa grup sandiwara dan tonil pada “Tempo doeloe”.Kisah ini pun pernah didramakan oleh “Teater Koma” pimpinan N. Riantiarno yang kondang. Sosok Eng Tay adalah sosok wanita Thionghoa yang diperkirakan melatar belakangi Zaman Goan (Dinasti Monggol). Eng Tay adalah tokoh emansipasi kaum wanita Thionghoa pada zamannya, yang menuntut persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.

Kisah “San Pek dan Eng Tay” ini tambah menarik karena ada adegan cinta Eng Tay dengan pria bernama San Pek. San Pek seorang pria lugu yang selugu-lugunya, sekalipun tidur sekamar dengan gadis Eng Tay, dia tak mengira kalau teman tidurnya itu seorang perempuan sejati.

Pertemuan antara San Pek dan Eng Tay ini adalah di sekolah khusus untuk para lelaki, Eng Tay bersekolah di tempat itu dengan menyamar menjadi laki-laki. Ketika menjelang Eng Tay sudah menjadi gadis remaja, saat itulah Eng Tay berterus terang kepada San Pek bahwa dia seorang perempuan.

Baru pada saat itu timbul rasa saling mencintai dan hubungan asmara. Eng Tay, kemudian meminta San Pek segera datang melamar dirinya. Tapi karena salah mengerti San Pek datang terlambat, karena Eng Tay sudah dijodohkan denga pria bernama Ma Cun. Kejadian ini sangat fatal dan berakhir sangat tragis.

Detail buku:
Tanggal terbit                                                  : Desember 2001
Penerbit                                                           : Marwin
Sampul                                                            : Soft cover
Bahasa                                                             :Indonesia
Tebal                                                               : 121 halaman bergambar
Kondisi buku                                                   : Bekas, masih baik
Buku ini dapat dibeli di www.bukukuini.com

Harnanto:”Akuntansi perpajakan”

Buku ini dimaksudkan untuk memperkenalkan perpajakan sebagai bagian dari disiplin akuntansi keuangan, yang pada dasarnya menitik beratkan pada masalah pokok penggolongan, pengakuan, pengukuran dan/atau penilaian, serta pengungkapan atau pelaporan informasi keuangan mengenai suatu entitas dari sudut pandang perpajakan.

Buku ini ditulis dengan asumsi bahwa para pembaca sudah memiliki latar belakang pengetahuan dan keterampilan yang setara dengan materi yang diberikan dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan  dan Perpajakan-I. Oleh karena itu, buku ini diharapkan akan dapat digunakan sebagai salah satu referensi bagi para mahasiswa Fakultas dan Sekolah Tinggi Ekonomi, khususnya bagi para mahasiswa yang mengambil Program Studi Akuntansi dan para praktisi di bidang perpajakan.

Buku ini seluruhnya terdiri dari 16 bab, yang dimulai dengan pembahasan tentang beberapa konsep dasar akuntansi dan saling hubungan antara disiplin akuntansi keuangan yang menghasilkan laporan keuangan komersial dengan disiplin akuntansi perpajakan yang menghasilkan laporan keuangan fiskal.

Namun, berbeda dengan buku-buku teks akuntansi keuangan yang pada umumnya menggunakan pendekatan aktiva-kewajiban (asset liability  approach) sebagai sistematika pembahasannya, Buku  akuntansi perpajakan ini menggunakan pendekatan penghasilan-beban (revenue expense approach) sebagai sistematika pembahasannya.

Detail buku

Penerbit                                                       : BPFE Yogyakarta

Tanggal penerbitan                                     : Februari 2003

Sampul                                                        : Soft cover

Tebal buku                                                  :545 halaman

Kondisi                                                        : Baik, namun sampul depan, kanan bawah ada bekas terlipat

Bukuini dapat dibeli di www.bukukuini.com

Ditulis dalam Uncategorized. Tag: . 2 Komentar »

Leo Tolstoi: “Anna Karenina (2) (TERJUAL)

Dalam jilid pertama dikisahkan, Anna akhirnya pisah ranjang dengan sang suami, Karenin.  Sang suami pun sudah menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian mereka. Dalam jilid dua ini drama percintaan Anna dan kekaihnya , Vronskii, semakin menegangkan. Vronskii menembak diri setelah tahu Anna berniat kembali  kepada Karenin– tapi selamat dan pasangan kekasih itu pun bersatu lagi. Namun ini bukan kisah bahagia.

Anna ternyata tidak punya rasa sayang  sama sekali kepada anak hasil kumpul kebonya dengan Vronskii- hal yang mengherankan Vronskii. Perceraian juga tidak kunjung terlaksana, sehingga pasangan kumpul kebo itu disingkirkan oleh  kalangan bangsawan. Belum cukup, Vronskii, karena tidak tahan pada sikap Anna yang cemburuan, mulai main api dengan bekas kekasihnya. Semua itu membuat batin Anna sangat menderita, dan akhirnya memutuskan untuk menyudahi hidup. Dengan sangat mencekam Tolstoi menggambarkan menit-menit pergolakan batin Anna menuju kematiannya. Bagaimana pula dengan Levin dan Kitty? Apakah mereka bisa membina rumah tangga bahagia seperti yang diidamkan Levin? Apakah keluarga Oblonskii berubah menjadi lebih baik? Jilid kedua ini menjawabnya.

Selesai membaca jilid kedua ini, tidak bisa tidak kita merenungkan rumusan Tolstoi tentang keluarga, pembuka novel Anna Karenina: “Keluarga bahagia mirip satu dengan lainnya, keluarga tak bahagia tidak bahagia dengan jalannya sendiri-sendiri.”

Detail buku

Tahun penerbitan                                     : Pebruari 2007

Tebal buku                                               : 600 halaman

Sampul                                                     : soft cover

Dimensi                                                   : 140 X 210 cm

Berat                                                         : 600 gram

Bahasa                                                      : Indonesia

Kondisi                                                     : baru, masih dalam plastik

Buku ini telah terjual

Leo Tolstoi:”Anna Karenina” (1) (TERJUAL)

Novel Anna Karenina  adalah kisah tentang tiga keluarga, salah satunya keluarga Karenin. Anna, istri Karenin menyeleweng dengan seorang opsir muda yang mengaguminya, Aleksei Vronskii, dan akhirnya memutuskan tali perkawinan. Bagi Anna penyelewengan itu merupakan petaka yang tidak dapat ditolak dengan segudang alasannya. Salah satunya, di mata Anna, Karenin hanyalah sepotong boneka tanpa jiwa dan harga diri meskipun dia seorang pejabat tinggi. “Dia itu bukan laki-laki, bukan manusia, tapi boneka!…Dia bukan manusia, tapi mesin kementerian,” kata Anna tentang suaminya.

Kekuatan Anna Karenina bukan pada konflik utama novel, melainkan pada “ketelitian penggambaran seluk- beluk dunia batin para tokohnya,” kata Leo Tolstoi sendiri, sang pengarang. Dan gambaran itu ditulis dengan bahasa yang luar biasa plastis dan mampu membangkitkan imajinasi pembaca sampai sejauh-jauhnya.

Anna Karenina sampai sekarang masih terus disalin dan diterbitkan dalam berbagai bahasa. Hingga akhir abad ke-duapuluh, novel ini telah diterjemahkan dan diterbitkan 625 kali dalam 40 bahasa (tidak termasuk bahasa aslinya). Dalam bahasa Inggris saja, hasil terjemahan yang berbeda pernah dicetak 75 kali, Belanda 14 kali, Jerman 67 kali, Perancis dan Itali 36 kali, Cina 15 kali dan Arab 6 kali. Terjemahan Indonesia ini sendiri dilakukan dua kali oleh penerjemah yang sama, Koesalah Soebagyo T0er, langsung dari bahasa Rusia.

Detail buku

Kondisi                                                 : baru, masih dalam plastik

Tanggal terbit                                       : Pebruari 2007

Tebal buku                                            : 546 halaman

Dimensi                                                 : 140 X 210 cm

Berat                                                      : 600 gram

Sampul                                                  : soft cover

Buku ini telah terjual

Di luar DaVinci code

Banyak orang yang menghubungkan nama Leorardo Da Vinci dengan lukisan Mona Lisa. Atau dengan penemuan-penemuannya yang fantastis. Mungkin ada juga yang mengkaitkan namanya dengan novel Dan Brown, “Da Vinci Code”, yang sudah difilmkan tahun 2006 (dibintangi Tom Hanks). Tapi sekarang kita akan melihat hubungan Da Vinci dengan bulan.

Mungkin banyak di antara kita yang tidak mengira bahwa namanya juga berkaitan dengan bulan. Padahal karya besar Leonardo Da Vinci tidak hanya di bidang seni lukis atau invensi tapi juga di bidang astronomi. Dia memecahkan teka-teki kuno mengenai cahaya bumi. Cahaya bumi terlihat pada waktu bulan sabit berada di kaki langit saat matahari terbenam. Lihatlah sketsa yang di buat oleh Leonardo Da Vinci ini (di bawah ini). Di antara kedua ‘tanduk’ bulan sabit terlihat citra bulan penuh yang remang-remang. Nah itulah yang dimaksud dengan cahaya bumi.

Beribu-ribu tahun manusia mengagumi  keindahan ‘cahaya yang keabu-abuan; atau ‘bulan baru dipegang oleh bulan lama’. Tapi tidak seorangpun dapat memberi penjelasannya, sampaiLeonardo Da Vinci mengungkapkannya pada abad ke-enambelas. Menurutnya jika matahari terbenam di bulan, bulan menjadi gelap, tapi tidak sama sekali gelap. Masih ada sumber cahaya di bulan yaitu  bumi. Bumi menerangi bulan di malam hari dengan kekuatan cahaya 50 kali lebih terang dari cahaya bulan penuh. Maka tampaklah sinar yang keabu-abuan.

Patut diingat bahwa pengungkapan semacam ini tahun 1500an memerlukan daya imginasi yang hebat. Belum  ada orang yang berada di bulan dan dari sana melihat ke bumi. Bahkan pada waktu itu orang belum mengetahui bahwa bumi mengitari matahari. Teori Copernicus mengenai sistem solar yang berpusat pada matahari baru di publikasikan tahun 1543 yaitu 24 tahun setelah Leonardo Da Vinci meninggal.

Hanya saja Leonardo Da Vinci salah menganai dua hal: Pertama, di bulan tidak ada lautan/samudra. Ketika astronot Apollo mendarat di bulan di Laut Ketenangan (Sea of Tranquility) yang mereka jejak adalah batu. “Lautan-lautan” di bulan terbentuk dari lava purbakala yang mengeras, bukan air. Kedua, sumber utama sinar bumi bukanlah lautan melainkan awan. Bumi bercahaya karena memantulkan sinar matahari. Dan yang paling banyak memantulkannya adalah awan. Ketika awak Apollo melihat ke bumi, lautan gelap sedangkan awan terang.

Tapi bagaimanapun juga kita harus angkat topi kepada Leonardo Da Vinci karena mengetahui secara baik hal yang mendasar mengenai soal bulan ini. Sebagai seniman, dia sangat tertarik kepada cahaya dan bayangan. Sebagai ahli matematik dan insinyur dia menggandrungi geometri. Dia telah melakukan perjalanan mental ke bulan, yang belum dilakukan adalah perjalanan sesungguhnya.

Tidak tidur selama 37 tahun

Bagi Neil Epstein, seorang pria Inggris,  jatuh tertidur masih merupakan sebuah misteri. Suatu hari dia memberi tumpangan mobil kepada seorang rekannya. Temannya itu berkata sebentar lagi pasti saya tertidur lelap. Benar saja beberapa detik kemudian dia sudah mendengkur, dan sangat bergema di mobilnya. Neil tidak iri atas kenikmatan ini, juga tidak ada keinginan untuk mencabut hak tidur orang lain. Dalam hati dia bertanya bagaimana temannya ini bisa melalukannya?

Jika seseorang menceritakan kesulitan tidur kepadanya, Neil tidak akan bersimpati. Dia tidak  percaca bahwa ada orang lain yang mempunyai pengalaman yang sama,  tidak bisa tidur. Pada malam yang baik dia bisa tidur tiga jam terputus-putus. Terjaga setiap 15 menit dan tertidur lagi. Biasanya dia sama sekali tidak tidur selama dua atau tiga hari berturut-turut.

Seingatnya sejak usia 7 tahun dia sering gentayangan di rumah hingga subuh. Tapi dia bukanlah seseorang yang suka cemas. Dan dalam keluarganya juga tidak ada riwayat insomnia. Ibunya  berkata bahwa dulu tidurnya nyenyak seperti bayi. Jadi tidak ada keterangan yang jelas. Juga tidak ada pemecahan yang nyata. Segala macam telah diusahakan ibunya tapi tidak berhasil.

Di sekolah dia menjadi seorang pemarah karena terlalu capek. Beberapa kali dia meninju bangku atau menendang dinding kelas. Pada umur 8 tahun dia bahkan membenturkan kepalanya ke dinding kalau tidak bisa tidur. Maksudnya adalah memukul rubuh dirinya sendiri. Dikucilkan dalam pergaulan sekolah tidak menjadi soal karena dia sudah biasa sendirian di waktu malam.

Dia tidak dapat menjalani hidup yang biasa dan bekerja di kantor, terutama karena hampir tidak berfungsi di pagi hari. Untungnya dia dapat membangun karir sebagai perancang cincin sehingga bisa menentukan jam kerjanya sendiri.

Setelah hubungan yang gagal dengan beberapa orang wanita akhirnya dia kawin dengan Julia. Mereka sepakat untuk tidur di kamar yang terpisah. Soalnya Neil perlu mendengarkan radio di malam hari dan dengkur Julia semakin menyulitkan usahanya untuk tidur.  Biasanya Julia masuk kamar jam 11 malam lalu Neil hilir mudik di rumah sampai jam 2 atau 3 pagi. Sekali seminggu dia menelan pil tidur lebih banyak dari dosis yang dianjurkan dokternya agar dapat tidur lelap tiga atau empat jam. Ketika anak-anaknya masih kecil dialah yang selalu siap jika diperlukan di malam hari.

Bertahun-tahun dia sudah menjalani berbagai macam terapi untuk mengatasi masalah tidurnya. Terapi perangai, tes alergi, pola makan, latihan yoga, terapi aroma, tusuk jarum dan malatonin. Setiap spesialis baru akan memperlakukannya sebagai tantangan. Para ahli ini ingin menjadi orang yang berhasil memecahkan masalah tidurnya. Tapi sekarang dia sudah biasa untuk mengenali  tanda-tanda kegagalan di mata mereka. Mereka tidak akan menemukan pemecahan masalahnya.

Tidak dapat tidur merupakan siksaan yang bisa berakhir dengan bunuh diri, andaikata saja dia tidak bertemu dengan istrinya, Julia. Jadi penyelamatnya adalah psikoterapi, dapat berbicara mengenai bagaimana marahnya dia selama ini, dan mendapatkan perspektif baru. Insomnianya memang belum terobati, tapi dia sekarang mendapatkan strategi untuk menghadapinya yaitu-penerimaan atau berserah. Pengertian ini merupakan hasil pembicaraan berjam-jam dengan istrinya.

Kedengarannya tidak luar biasa, tapi merupakan suatu yang menyejukkan jika dapat mengendalikan rasa putus asa. Sekarang, malam hari sudah tidak terlalu terlalu mencekam seperti dulu. Masa frustrasi berat sudah dilewatinya. Malam hari dia dapat duduk dengan tenang di depan komputer mengirim email pendorong semangat kepada sesama pengidap insomnia. Bunyi lembut radio juga menemaninya melewatkan malam yang sepi. Memang dia belum puas tapi sudah berserah diri.

Ditangkap karena membunuh suami di dunia maya

Seorang wanita Jepang berusia 43 tahun menjadi marah karena “suaminya” dalam permainan di internet tiba-tiba menceraikannya secara online. Maka dia masuk ke situs permainan ini dengan menggunakan password si “suami” digital ini untuk membunuhnya.

Wanita yang  kecewa ini sudah dijebloskan ke dalam tahanan (sungguhan). Dia dicurigai  secara tidak syah mengakses komputer dan memanipulasi data elektronik. Dengan menggunakan identitas dan password si lelaki, dia masuk kedalam permainan iteraktif ‘Maple Story‘, untuk melakukan pembunuhan di dunia maya ini bulan Mei yang lalu. Kejadian ini diungkapkan oleh kepolisian di Sapporo Jepang.

Wanita yang dalam kehidupan sesungguhnya adalah guru piano masih belum dituntut secara resmi. Tapi nanti kalau tuduhannya terbukti, dia dapat dikenakan hukuman penjara 5 tahun atau denda sebesar Rp 50.000.000,-

Mungkin Anda bertanya dari mana si wanita  mendapatkan informasi login lelaki tersebut? Ternyata lelaki berusia 33 tahun itu sendiri yang mengungkapkan informasi ini ketika keduanya masih  dijalin ikatan perkawinan yang bahagia di dunia maya. Lelaki ini mengadu ke polisi ketika mengetahui avatar onlinenya mati.

Pertanyaan lain, apakah si wanita itu kawin dalam kehidupan nyata. Polisi sendiri tidak tahu apalagi saya.

Ada-ada saja.

“Million dollar baby”, cita-cita gadis penyeberang perbatasan

Di sebuah sasana, yang terletak pada lantai kelima sebuah gedung, di kanvas yang miring dan tambalan seorang gadis 17 tahun sedang bertinju dengan lawan imajiner. Pada dinding terpampang motto “Hari ini berkeringat, besok juara.” Yang membakar semangatnya bukanlah gambar Muhammad Ali di dinding yang menatap kearahnya.

Yang ada dibenaknya,  bayangan ayahnya yang telah mengorbankan posisinya yang baik di Korea Utara serta membahayakan keselamatan diri demi kebebasan anaknya yang berbakat untuk mewujudkan cita-citanya di Korea Selatan. Di Korea Utara ayahnya bekerja diperusahaan negara yang memungkinannya sering ke luar negeri. Keluarga ini hidup berkecukupan, rumah mereka dilengkapi dengan barang-barang Jepang, pakaian anak-anak keluarga ini juga dari Jepang.

Di samping itu semangatnya juga dipompa oleh ibunya yang berdoa dan menangis di sisi ring ketika dia bertarung melawan Xu Chunnyan dari China. Hasilnya dia menggondol gelar juara WBA kelas bulu untuk wanita.

Bahkan sebelum dia memenangkan gelar ini, media berita telah menyoroti latar belakangnya yang menarik dan menjulukinya sebagai “Million Dollar Baby”. Dia mengingatkan orang kepada film Clint Eastwood tahun 2004 yang menceriterakan keuletan seorang petinju wanita.Tapi ini baru merupakan langkah permulaan perjalanan karirnya.

Pada usia 13 tahun dia adalah anak bungsu tapi yang paling kuat di keluarganya. Sejak kecil dia ditakuti di kalangan anak-anak tetangga. Pernah dia menjejar sampai ke rumah seorang anak lelaki yang memukuli abangnya dan menantangnya untuk berkelahi. Untuk menyalurkan energi, ayahnya membelikannya akordion, namun dia tidak tertarik untuk memainkan alat musik.

Keluarga Choi lari dari Korea Utara ke Korea Selatan tahun 2004. Di arena tinju amatir yang dimasuki tahun 2006 gadis ini  telah mengumpulan lima gelar nasional. Dari 17 pertandingan dia hanya kalah sekali. Tahun 2007 dia beralih status menjadi petinju pro.

Yang pertama kali mengetahui potensinya adalah pemeritah Korea Utara. Choi yang saat ini tingginya 170 cm, pada masa sekolah di Korea Utara sekepala lebih tinggi dan gerakannya lebih cepat dari teman-teman sebayanya.  Karena itu dia didekati oleh pelatih kepala Universitas Pendidikan Kim Chul Yoo yang terkemuka di Pyong Yang.

Di sana dia bersama 19 gadis lainnya dipersiapkan untuk ambil bagian dalam Olimpiade Beijing tahun 2008. Mereka diiming-imingi dengan jatah makanan yang khusus dan peraih medali emas akan diangkat menjadi anggota parlemen. Ternyata Komite Olimpiade berpendapat bahwa belumlah saatnya sekarang untuk memasukkan tinju wanita sebagai cabang olimpiade.

Kalau ditanya kenapa dia bertinju, maka jawabannya “bertinju membuat tubuh Anda elok” lalu memamerkan sebuah ‘pose’ sambil cekikikan. Saya ingin menjadi gadis manis yang bertinju dengan indah katanya. Tapi dalam sport ini Anda juga menerima pukulan-pukulan. Dan sesungguhnya mukanya beberapa kali babak belur sehabis bertanding.

Di Korea Selatan hanya ada 50 petinju wanita. Kebanyakan mereka bertinju untuk mengurangi berat badan dan memperbaiki penampilan. Berbeda halnya dengan Choi. Dia bertinju untuk menunjang keluarganya. Seperti kebanyakan penyeberang lainnya, orangtuanya tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. Mereka hidup dari tunjangan yang diberikan pemerintah dan tinggal di apartemen yang kecil. Di samping itu abangnya masih kuliah.

Walaupun dia mempunyai poni seperti anak kecil dan sering tersenyum, tapi ketika berada di ring tinju dia menjadi petinju yang lapar. Berbeda dengan mereka yang bertinju sebagai hobi. Pelatihnya Kim Han Sang ingin menjadikannya sebagai petinju ’sejuta dolar’. Latar belakang Choi mempunyai nilai jual yang tinggi. Poster-poster menggambarkannya sebagai ‘Gadis Petinju Penyebrang Perbatasan’.

Tapi saat ini dia harus memulai lagi latihan rutin 3 kali sehari untuk mempertahankan gelarnya dalam bulan Desember. Dia masih perlu dilengkapi dengan pukulan k.o. kata pelatihnya.

Choi berkeinginan untuk menyapu bersih semua gelar juara dunia di kelasnya dan setelah itu terjun ke industri hiburan. Beberapa bekas atlit sangat berhasil di bidang ini. Untuk mencapainya menurut Choi dia harus seterkenal Laila Ali, puteri dari petinju terkenal Muhammad Ali.

Y.B. Mangunwijaya: “Wastu Citra”

Y.B. Mangunwijaya, arsitek terkenal sekaligus penulis berkaliber sastrawan-budayawan, lewat bukunya ini, ingin menggumuli hal-hal yang lebih dalam dari dunia arsitektural. Sebagaimana manusia bisa dipandang dari segi fisik maupun dari segi rohani, begitu pula bangunan arsitektural dapat dipandang dari dua segi itu. Ada segi wastu widya, yang menyangkut masalah teknis dan praktis, disamping segi wastu citra, juga menyangkut hal-hal yang lebih dalam, lebih rohani.

Buku ini diperkaya dengan banyak ilustrasi untuk membantu anda menangkap sendi-sendi filsafatnya, lewat contoh dan latihan praktis. Sebuah buku yang sangat bermanfaat bagi arsitek dan calon-calonnya, serta semua orang yang menunjukan apresiasi tinggi dalam bidang arsitektur.

Buku inidapat dibeli di www.bukukuini.com