Pada akhir tahun 1999 hiruk pikuk mengenai internet sangatlah nyaring. Jumlah usaha baru yang berbasis internet bertambah secara besar-besaran. “Ekonomi baru” yang sangat menjajikan, yang digerakkan oleh teknologi komunikasi mendatangkan optimisme terhadap potensi internet.
Amazon.com dan BarnesandNoble.com
Di antara perusahaan-perusahaan yang pada waktu itu telah mengambil manfaat internet terdapat nama-nama seperti Amazon.com dan BarnesandNoble.com. Keduanya menjual buku-buku dan produk lainnya secara online.
Dalam musim gugur 1999. Amazon.com yang membuka usaha retail online-nya sejak tahun 1995 telah menjadi nama yang sangat dikenal dalam lingkungan e-commerce yang bertumbuh dengan cepat ini. Demikian juga BarnesandNoble.com yang mempunyai toko online sejak bulan Maret 1997 menjadi semakin populer. Terutama sekali karena toko online ini merupakan afiliasi toko buku Barnes & Noble yang terkenal.
Usaha kearah kemudahan bagi pengguna
Baik Amazon.com maupun BarnesandNoble.com melakukan investasi secara besar-besaran untuk menambah fitur situs mereka. Tujuannya adalah menciptakan kemudahan, kesenangan dan kemampuan mengontrol bagi pelanggan masing-masing.
Keduanya kelihatannya menempuh jalur yang sama dalam membangun bisnis online mereka. Namun tetap ada perbedaan antara kedua perusahaan tersebut. Amazon.com secara aktif mengusahakan perlindungan paten atas inovasinya sedangkan BarnesandNoble.com tidak.
Selintas, paten tampaknya berada di luar wilayah retail (bahkan retail online). Secara tradisional paten dihubungkan dengan inovasi industri, atau ilmu pengetahuan, seperti mesin, proses manufaktur, chip komputer dan farmasi. Namun sejalan dengan perubahan-perubahan teknologi berubah pula hukum paten yang melindunginya.
Amazon 1-click Patent
Pada tanggal 12 September 1997, Amazon.com mengajukan permohonan paten kepada US Patent and Trademark Office (PTO) atas “Metode dan Sistem untuk Memasukkan Order Pembelian melalui Jaringan Komunikasi.” (Amazon 1-click Patent).
Berdasarkan yurisprudensi tahun 1998, metodelogi bisnis boleh dipatenkan. Maka pada tanggal 25 September 1999 PTO memberikan paten kepada Amazon.com yang disebut “1-click” karena pengguna hanya perlu 1 kali meng-klik mouse di hyperlink untuk menyelesaikan pembelian suatu barang.
Berdasarkan hukum paten Amerika Serikat, paten memberikan hak kepada pemiliknya untuk melarang pihak lain menggunakan, menjual atau menawarkan untuk menjual inovasi yang dipatenkan. Tidak perlu heran bahwa Amazon.com segera bertindak setelah diperolehnya paten tersebut. Terutama sekali mengingat musim belanja pada masa libur akhir tahun 1999 sudah semakin mendekat.
Gugatan Amazon.com terhadap BarnesandNoble.com
Maka Amazon.com menggugat BarnesandNoble.com atas pelanggaran paten. Alasannya BarnesandNoble.com memasukkan fungsi Amazon.com yang dipatenkan ke dalam website-nya.
Bukan hanya ganti kerugian uang yang dicari Amazon.com. Tapi diminta juga putusan provisi agar BarnesandNoble.com mengeluarkan/menghapuskan fungsi yang dipatenkan itu sekurang-kurangnya sampai pokok perkara tersebut diselesaikan. Pada tanggal 1 Desember 1999 pengadilan mengeluarkan putusan provisi yang memaksa BarnesandNoble.com mengeluarkan fungsi yang dipatenkan Amazon.com dari website-nya. Tidak ada pilihan bagi BarnesandNoble.com selain memasukkan langkah tambahan dalam sistem order online-nya.
Dampak dari putusan pengadilan
Putusan pengadilan ini terasa sebagai pukulan telak bagi BarnesandNoble.com karena diterbitkan menjelang musim belanja pada masa liburan akhir tahun. Website Barnes & Noble tiba-tiba menjadi kurang menarik karena pelanggan-pelanggannya tidak dapat lagi menggunakan “1-click” yang menghemat waktu.
Dalam bulan Pebruari tahun 2001pengadilan mencabut putusan provisi tersebut karena menganggap BarnesandNoble.com telah mengajukan sejumlah besar sangkalan mengenai keabsahan paten Amazon.com. Pada tahun 2002 Amazon.com dan BarnesandNoble.com menyelesaikan perselisihan mereka. Namun syarat-syarat penyelesaiannya tidak diketahui.
Penutup
Beberapa orang pengamat mengkritik paten “1-click” karena dianggap melencengkan sitem paten. Menurut mereka sistem paten telah dimelarkan terlalu jauh dengan membolehkan paten atas metode bisnis. Bahkan jika metode bisnis layak untuk dilindungi dengan paten, PTO tidak mempunyai kelengkapan untuk menangani pemeriksaan inovasi semacam ini.