Mendeteksi mobil yang terendam banjir

Setiap tahun, Jakarta dan beberapa kota lainnya dilanda banjir. Biasanya banjir mengambil korban tanpa pandang bulu. Jalan raya maupun gang digenangi. Perumahan indah di kawasan elite maupun gubuk di bantaran sungai disambangi. Mobil juga disuruh berkubang oleh sang banjir.

Lalu ke mana mobil-mobil ini semua? Logis kalau tidak ada orang yang mau memelihara barang cacat. Dalam bahasa Inggris ada istilah yang melekat pada mobil tersebut yaitu flooded atau totalled (sama sekali hancur). Maka pemiliknya segara menjual barang busuk ini. Dijual kepada siapa? Tentu saja kepada orang yang kurang hati-hati.

Di sini ada beberapa petunjuk yang barangkali dapat dipedomani untuk mencegah kerugian:

  • Sama halnya dengan tembok atau pohon yang terendam air, ada bekas yang ditinggalkannya . Untuk mudahnya sebut saja garis air. Cari garis air di mesin, radiator, roda, bagian dalam mobil. Periksa bagian bawah mobil (kolong) dengan bantuan alat pengangkat.
  • Karpet atau kain pelapis baru. Tidak ada orang yang mengganti karpet dengan yang baru tanpa alasan. Angkat karpet dan cari kotoran di bawahnya. Biasanya mereka tidak membersihkan dengan rapi. Mungkin ada jamur atau bagian yang bau apek. Lihat apakah engsel-engsel pintunya karatan. Di bagasi periksa keadaan di bawah pelapisnya. Tempat penyimpanan ban serep apakah besi penahannya tidak berkarat.
  • Gunakan cermin untuk memeriksa bagian bawah tempat duduk. Kalau metalnya mengalami kebasahan maka cepat berkarat.
  • Periksa fiter pipa udara. Adakalanya dilakukan kecerobohan dengan tidak mengganti filter yang terendam basah. Maka dengan mudah kita dapat menemukan hancuran ranting, rumput, kertas di filter tersebut atau di jalan masuk udara.

Satu Tanggapan ke “Mendeteksi mobil yang terendam banjir”


Tinggalkan Balasan